Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Wednesday, September 18, 2019

IPA | istilah anatomi tubuh manusia

Istilah-istilah anatomi merujuk pada tubuh secara lokal baik dalam keadaan beristirahat/diam maupun dalam keadaan bergerak. Karena kita juga membicarakan tentang cara kita bergerak, maka kita perlu membahas pula gerakan manusia. Pertama-tama kita harus mempelajari tentang "derajat kebebasan" (degrees of freedom) dari gerakan kita dan alat yang digunakan untuk gerakan tersebut dengan persedian. Kita akan mengamati bahwa lengan dan tangan kita terkonstruksi secara cermat (Herman, 2007: 3-4). Tabel 1 menyajikan padanan istilah anatomi dengan istilah umum yang berlaku bagi anatomi tubuh manusia. 

Tabel 1. Istilah anatomi bagian anterior

Istilah anatomi | istilah umum
abdominal | abdomen (perut)
antebrachial | forearm (lengan depan)
axilliary | armpit (ketiak)
brachial | upper arm (lengan atas)
buccal | cheek (pipi)
carpal | wrist (pergelangan tangan)
cephalic | head (kepala)
cervical | neck (leher)
coxal | hip (paha)
crural | front of leg (bagian depan kaki)
digital | finger or toe (jari tangan atau jari kaki)
frontal | forehead (dahi)
iguinal | groin (sendi)
lingual | tongue (lidah)
mammary | breast (dada)
mental | chin (dagu)
nasal | nose (hidung)
oral | mouth (mulut)
palmar | palm (telapak)
pedal | foot (kaki)
sternal | beastbone (tulang dada)
tarsal | ankle (engkel)
thoracic | chest (dada)
umbilical | navel (pusar)

Lebih lanjut,  karena persendian meliputi gerakan antara tulang, maka kita akan perlu mempelajari anatomi susunan otot (Tabel 2) (Herman, 2007: 4). 

Tabel 2. Istilah anatomi bagian posterior

Istilah anatomi | Istilah umum
acromial | top of shoulder (bagian ujung atas bahu)
femoral | thigh (paha)
gluteral | buttock (pantat)
occipital | back of head (bagian belakang kepala)
plantar | sole of foot (telapak kaki)
popliteal | back of knee (bagian belakang lutut)
sacral | between hips (antara dua panggul)
sucral | back of leg (bagian belakang kaki)
vertebral | spinal column (koluma tulang belakang)

Bayangkan sebuah derajat kebebasan (DOF) gerakan sebagai sebuah koordinat yang diperlukan untuk menjelaskan jenis gerakan tersebut. Jika kita hendak mengalihkan suatu benda, kita biasanya tertarik dengan mengubah pusat massa dan orientasi sudut (angular orientation) benda tersebut. Kita dapat pula mengubah pusat massa benda itu dari (r, y, z) (0, 0, 0) menuju (a, b, c). Karena pemindahan tersebut memerlukan tiga koordinat untuk menjelaskan perubahan, maka terdapat tiga DOF "translational". 

Biodata penulis:
Irving Herman merupakan pakar bidang Fisika Terapan dan Matematika Terapan Columbia University, Amerika Serikat. Memperoleh gelar Postdoctoral Scientist dari Massachusetts Institute of Technology, Physics Department, pada tahun 1977 dan antara tahun 1972-1977 merupakan Fannie and John Hertz Predoctoral Research Fellow, Massachusetts Institute of Technology, Physics Department. Bidang penelitiannya meliputi nanocrystals, optical spectroscopy of nanostructured materials, laser diagnostics of thin film processing, dan mechanical properties of nanomaterials (apam.columbia.edu, 2019).

Referensi:
Herman I. (2007). Physics of Human Body. New York: Springer.
Irving P. Herman, Department Chair | Applied Physics and Applied Math. (2019). Apam.columbia.edu. Diakses18 September 2019, dari https://apam.columbia.edu/irving-herman.

Friday, August 5, 2011

IPA | Kerja Enzim

Enzim memiliki struktur yang tersusun oleh protein yang memiliki bentuk tertentu, atau biasa disebut dengan struktur tersier. Dengan struktur tersebut enzim beperan sebagai energi aktivasi pada sebuah reaksi yang bekerja jauh lebih efektif daripada energi aktivasi biasa. Dengan menggunakan enzim energi aktivas lebih rendah sehingga laju reaksi lebih cepat. Kekhasan kerja enzim yang lainnya ialah selama beraksi enzim tidak ikut bereaksi.

Senyawa yang akan direaksikan oleh enzim dinamakan substrat, sedangkan hasil reaksi tersebut adalah produk. Pada saat enzim mereaksikan suatu senyawa (substrat) maka akan terbentuk kompleks substrat-enzim dan kemudian akan dihasilkan produk dan enzim. Enzim hasil reaksi ini memiliki struktur yang sama dengan enzim sebelum reaksi dan mampu mengkatalisasi substrat yang lain. Bagian enzim yang menjadi tempat reaksi substrat adalah sisi aktif enzim (active site). Sisi aktif ini bukanlah tempat yang kaku melainkan dapat menyesuaikan bentuk substratnya. Pada saat substrat memasuki sisi aktif maka enzim akan mengubah sedikit bentuk sisi aktif sehingga lebih pas dengan substrat. Sifat enzim yang demikian disebut 'induced fit'.

Dalam aktivitasnya enzim pada dasarnya memerlukan komponen nonprotein yang dinamakan kofaktor. Berdasarkan strukturnya kofaktor dapat digolongkan menjadi tiga: 1) ion anorganik (aktivator), 2) gugus prostetik, dan 3) koenzim. Kofaktor dalam bentuk ion anorganik (aktivator) biasanya berupa logam yang berikatan lemah dengan enzim, misalnya Fe, Mn, Cu, Ca, Zn, K dan Co. Gugus prostetik tersusun oleh senyawa organik yang berikatan secara kuat (ikatan kovalen) dengan enzim dan membantu proses kataliktik. Contoh gugus prostetik adalah FMN (Flavin mononucleotide), FAD (Flavin adenine dinucleotide), dan biotin. Koenzim merupakan senyawa organik yang tidak melekat erat pada protein suatu enzim. Contoh koenzim adalah NAD (Nicotamide adenine dinocleotide), NADP (Nicotinamide adenine dinucleotide phosphate), koenzim A, dan ATP. Protein suatu enzim disebut apoenzom. Beberapa koenzim melekat permanen pada enzim. Dalam kasus ini kompleks protein-koenzim tersebut dinamakan holoenzim.

Sumber:
Begot Santoso. 2007. "Biologi, Pelajaran Biologi untuk SMA/MA". Ganeca Exacta: Jakarta