Showing posts with label Sekolah Menengah Atas. Show all posts
Showing posts with label Sekolah Menengah Atas. Show all posts

Tuesday, August 9, 2011

IPA | Energi Ionisasi

Energi ionisasi, atau potensial ionisasi, adalah energi minimum yang diperlukan oleh atom netral untuk melepaskan satu elektron untuk membentuk ion bermuatan positif dalam bentuk gas. Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dinamakan sebagai energi ionisasi. Jika energi semakin besar, maka semakin banyak pula elektron yang dilepaskan dari atom. Energi ionisasi memiliki satuan kJ/mol.

Harga energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya muatan inti dan ukuran jari-jari atom. Semakin besar muatan inti maka semakin besar pula energi ionisasinya. Semakin besar jari-jari atom maka semakin kecil daya tarik terhadap elektron terluarnya sehingga energi ionisasinya semakin kecil dan semakin reaktif pula unsur tersebut.

Sehingga, energi ionisasi unsur-unsur satu golongan dari atas ke bawah (pada tabel Sistem Periodik) akan semakin kecil karena jari-jari atom unsur satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dengan bertambahnya kulit elektron, demikian pula sebaliknya. Sedangkan energi ionisasi unsur dari kiri ke kanan semakin bertambah karena muatan intinya semakin besar, tetapi jumlah kulit elektronnya tetap.

Sumber:
Suyatno et al. "Kimia untuk SMA/MA Kelas X". Grasindo: Jakarta.

Sunday, August 7, 2011

IPS | Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Salakanagara adalah kerajaan Nusantara yang berdiri pada tahun 150. Letaknya berada di Teluk Lada Pandeglang. Oleh Ptolemeus, kerajaan ini dinamakan "Argyre". Kerajaan Salakanagara memiliki dua tokoh penting bernama Aki Tirem (Sang Aki Luhur-mulya).

Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman, seorang yang berasal dari negeri India yang menjadi menantu Aki Tirem. Dewawarman adalah seorang duta dari India yang berkedudukan di Pulau Jawa. Ia menikahi putri Aki Tirem yang bernama Pwahaci Larasati. Pada saat menjabat sebagai raja, Dewawarman mendapatkan gelar Prabu Dharmalokapala Dwawarman Haji Raksagapurasagara. Di bawah pemerintahannya Salakanagara berkembang pesat. Raja pertama ini juga dikenal sebagai Dewawarman I.

Kejayaan Salakanagara berlangsung hingga tahun 362 dan pada tahun tersebut telah dipimpin oleh delapan orang raja, yakni hingga Dewawarman VIII. Raja Dewawarman VIII memiliki seorang menantu bernama Jayasingawarman, seorang Maharesi yang berasal dari Salankaya (India) yang mengungsi ke Salakanagara karena negerinya diserang oleh Maharaja Samudra-Gupta dari Kerajaan Maurya.

Pada gilirannya nanti Jayasingawarman inilah yang mendirikan Kerajaan Tarumanegara. Setelah Tarumanegara berkembang, pusat pemerintahan berpindah dari Rajatapura ke Tarumanegara dan Salakanegara berubah menjadi Kerajaan Daerah.

 Deni Prasetyo. 2009. "Mengenal Kerajaan-kerajaan Nusantara". Cetakan Pertama. Pustaka Widyatama: Yogyakarta.


Friday, August 5, 2011

IPA | Kerja Enzim

Enzim memiliki struktur yang tersusun oleh protein yang memiliki bentuk tertentu, atau biasa disebut dengan struktur tersier. Dengan struktur tersebut enzim beperan sebagai energi aktivasi pada sebuah reaksi yang bekerja jauh lebih efektif daripada energi aktivasi biasa. Dengan menggunakan enzim energi aktivas lebih rendah sehingga laju reaksi lebih cepat. Kekhasan kerja enzim yang lainnya ialah selama beraksi enzim tidak ikut bereaksi.

Senyawa yang akan direaksikan oleh enzim dinamakan substrat, sedangkan hasil reaksi tersebut adalah produk. Pada saat enzim mereaksikan suatu senyawa (substrat) maka akan terbentuk kompleks substrat-enzim dan kemudian akan dihasilkan produk dan enzim. Enzim hasil reaksi ini memiliki struktur yang sama dengan enzim sebelum reaksi dan mampu mengkatalisasi substrat yang lain. Bagian enzim yang menjadi tempat reaksi substrat adalah sisi aktif enzim (active site). Sisi aktif ini bukanlah tempat yang kaku melainkan dapat menyesuaikan bentuk substratnya. Pada saat substrat memasuki sisi aktif maka enzim akan mengubah sedikit bentuk sisi aktif sehingga lebih pas dengan substrat. Sifat enzim yang demikian disebut 'induced fit'.

Dalam aktivitasnya enzim pada dasarnya memerlukan komponen nonprotein yang dinamakan kofaktor. Berdasarkan strukturnya kofaktor dapat digolongkan menjadi tiga: 1) ion anorganik (aktivator), 2) gugus prostetik, dan 3) koenzim. Kofaktor dalam bentuk ion anorganik (aktivator) biasanya berupa logam yang berikatan lemah dengan enzim, misalnya Fe, Mn, Cu, Ca, Zn, K dan Co. Gugus prostetik tersusun oleh senyawa organik yang berikatan secara kuat (ikatan kovalen) dengan enzim dan membantu proses kataliktik. Contoh gugus prostetik adalah FMN (Flavin mononucleotide), FAD (Flavin adenine dinucleotide), dan biotin. Koenzim merupakan senyawa organik yang tidak melekat erat pada protein suatu enzim. Contoh koenzim adalah NAD (Nicotamide adenine dinocleotide), NADP (Nicotinamide adenine dinucleotide phosphate), koenzim A, dan ATP. Protein suatu enzim disebut apoenzom. Beberapa koenzim melekat permanen pada enzim. Dalam kasus ini kompleks protein-koenzim tersebut dinamakan holoenzim.

Sumber:
Begot Santoso. 2007. "Biologi, Pelajaran Biologi untuk SMA/MA". Ganeca Exacta: Jakarta